membaca, diskusi, dan menulis untuk membentuk diri menjadi makhluk berbudi

iPhone vs BlackBerry

Membaca Persaingan iPhone Versus BlackBerry di Indonesia

RIM dan Apple
Selama satu dekade terakhir, RIM telah menjual sekitar 65 juta ponsel dengan 8,5 juta pelanggan. Pencapaian itu mengantarkannya memegang 56% saham dari 12 miliar US $ pasar smartphone. Tidak hanya itu, penjualan masih dipercepat, sehingga BlackBerry khususnya BlackBerry Curve menjadi produk terlaris di AS sepanjang tahun ini mengalahkan penjualan iPhone. Sedangkan di wilayah Asia Pasifik pada Januari hingga Maret 2009, penjualan BlackBerry mencapai 7.233.600 unit, mengungguli penjualan iPhone yang menembus angka 3.938.800 unit.

Sebelumnya, untuk mendongkrak penjualan RIM meluncurkan iklan televisi pertama dengan target pasar adalah audiens secara umum. Namun, pada kuartal terakhir, 80% dari pelanggan baru berasal dari orang-orang nonbisnis. Para remaja menjadi pecinta BlackBerry Messenger dengan fasilitas fitur pesan instan-nya. Selain itu, figur Obama yang bisa disebut sebagai endorser, sangat memengaruhi tingkat penjualan BlackBerry.

Di Indonesia sendiri, BlackBerry diperkenalkan pertama kali pada pertengahan Desember 2004 oleh operator Indosat dan Perusahaan Starhub. Tidak berselang lama, pasar BlackBerry diramaikan oleh dua operator besar lainnya yakni Excelcom dan Telkomsel. Pemain terbaru Natrindo Telepon Seluler (Axis) baru menjajakan layanannya pada pertengahan tahun ini. Bukan tidak mungkin bahwa operator selular di Indonesia akan terus berlomba menggunakan strategi pemasaran yang tepat dalam menyasar pengguna smartphone. Peluncuran tarif yang kompetitif berupa tarif prabayar dan tarif akses harian menjadi strategi yang sangat diterima oleh masyarakat.

Bagaimana dengan iPhone? Target konsumen iPhone adalah mereka yang memerlukan akses informasi dan entertainment sekaligus. iPhone menyasar para profesional, pelajar, pengusaha, dan para pekerja kesehatan yang secara psikografi berada pada level A+. Mereka adalah orang-orang yang menjadikan internet, video, dan PDA sebagai kebutuhan yang harus dipenuhi cukup dengan seperangkat smartphone yang mereka miliki.

Keberhasilan Apple ketika mengeluarkan iPod mendorong keinginan untuk memenangkan kembali peluang di pasar smartphone. Image keunggulan inovasi, kualitas, dan nilai dari produk-produk berlabel Apple ingin dipertahankan dengan iPone yang dikeluarkannya. Tingkat awareness dan respon konsumen terhadap Apple pun bisa tergambar melalui statistik pemasaran iPhone. Dengan melihat hasilnya, bisa dilakukan penyesuaian kampanye pemasaran untuk meningkatkan jumlah penjualan produk.

Peperangan Strategi Pemasaran
Kotler dan Armstrong dalam Prinsip-Prinsip Pemasaran menegaskan bahwa pemasaran memerhatikan kebutuhan konsumen dan kemampuan perusahaan untuk memuaskan mereka; faktor-faktor yang sama ini menuntun misi dan tujuan perusahaan. Sedangkan kebanyakan perencanaan strategik perusahaan berkaitan dengan variabel-variabel pemasaran – pangsa pasar, pengembangan pasar, pertumbuhan, dan kadang-kadang sulit untuk memisahkan perencanaan strategik dari perencanaan pemasaran.

Pada kasus iPhone versus BlackBerry ada beberapa fakta yang bisa ditarik:

BlackBerry
Dari sisi konsumen, Indonesia memiliki pasar yang berbeda dari negara lain. Tidak sekadar korporat, konsumen pun mulai menjadikan BlackBerry sebagai handset the most wanted di Tanah Air.

Dengan harga yang terbilang lower price, BlackBerry memberi kelengkapan fitur dengan kelebihan:
– Email Access yang lebih cepat
– Ukuran yang proporsional
– Internet Access yang mudah
– Tampilan keypad yang elegan
– Tersedia fitur kalender
– GPS

Handheld BlackBerry ditawarkan dengan potongan harga hingga 20% dari harga normal. Indosat menawarkan BlackBerry Storm 9500 Rp6,2 juta, BlackBerry 9000 Bold Rp5,9 juta dan BlackBerry Curve 8900 Rp4,9juta.
Telkomsel juga melakukan langkah serupa dengan menawarkan diskon paket bundling BlackBerry Bold, Javelin, Storm. Termasuk handset yang dijualnya secara eksklusif iPhone 3G 16GB ditawarkan dengan harga lebih murah Rp7,5 juta.

BlackBerry tersebar di seluruh dunia. Di Indonesia RIM memercayakan penjualan BlackBerry secara resmi kepada beberapa operator seluler, di antaranya Indosat, XL, dan Axis.

iPhone
Target konsumen iPhone adalah orang-orang yang membutuhkan akses informasi dan entertainment dalam satu perangkat smartphone. Mereka adalah orang-orang dalam kelompok profesional, pengusaha, pebisnis, pelajar serta pekerja kesehatan.

Sebagai perangkat canggih di kelas smartphone, iPhone menawarkan keunggulan dalam:
– Paduan antara telepon, iPod dan Internet Browser dalam satu perangkat sekaligus
– Touch Screen Interface
– The Safari Browser
– Voicemail Displayed Visually

iPhone 3G dijual dengan harga berbeda-beda tergantung paket bundeling yang ditawarkan Telkomsel. Paket iPhone 3G tersedia dalam delapan pilihan skema harga baik untuk layanan prabayar Simpati dan As, maupun layanan pascabayar Halo. Harga Rp 9.605.000 untuk handset iPhone 3G kapasitas 8GB dan Rp 11.205.000 untuk 16GB.

Apple mendistribusikan iPhone secara langsung melalui online retailer seperti Amazon.com dan memasarkannya ke AS, Jepang, Inggris, Kanada, dan seluruh dunia.

RIM percaya salah satu cara terus tumbuh di pasar AS adalah dengan mengembangkan produk-produk yang ditargetkan untuk kelompok konsumen tertentu. Hal tersebut terlihat dengan peluncuran BlackBerry Curve 8.520. Smartphone ini yang ditujukan untuk maniak media sosial dengan tombol yang memungkinkan pengguna meng-upload media langsung ke YouTube dan Facebook.

Strategi pemasaran iPhone juga hampir sama dengan produk software online lainnya, meskipun marketing tools yang digunakan telah berkembang khususnya pada wilayah media sosial. Namun, langkah-langkahnya masih tetap sama yakni dengan membangun sebuah produk yang benar-benar dibutuhkan oleh konsumen, menciptakan dan mengantar pesan marketing secara kuat untuk menarik pelanggan, dan tentu saja secara berkelanjutan menciptakan produk yang baru dan meningkatkan kualitasnya demi kesetiaan konsumen.

Mencermati persaingan yang terjadi antara BlackBerry dan iPhone cenderung mengarah pada persaingan dalam strategi pemasaran. Konsep marketing dengan tujuan menjadi lebih efektif dibanding kompetitor dalam aktivitas marketing terpadu sangatlah menonjol. BlackBerry hadir sebagai perangkat yang menjawab kebutuhan masyarakat akan smartphone dengan harga relatif murah, feature lengkap dan keunggulan lainnya, demikian pula dengan iPhone. Mereka berlomba merebut kue pasar smartphone dengan keunggulan produk yang mereka tawarkan dan kejelian menjawab kebutuhan konsumen.

Pendapat tersebut semakin ditegaskan senada dengan tulisan Kotler dan Armstrong. Pemasaran memainkan peranan penting dalam perencanaan strategik perusahaan dengan berbagai cara. Pertama, pemasaran memberikan falsafah penuntun – strategi perusahaan sebaiknya berkisar dalam melayani kebutuhan dari kelompok-kelompok konsumen yang penting. Kedua, pemasaran memberikan masukan untuk para perencana strategik dengan membantu mengidentifikasi peluang-peluang pasar yang menarik dan dengan menilai potensi perusahaan untuk mengambil manfaat darinya, akhirnya, di dalam unit usaha individual pemasaran merancang strategi untuk mencapai tujuan-tujuan unit tersebut. Demikianlah, melihat perang BlackBerry versus iPhone, konsumen disuguhi persaingan dua produk dengan strategi pemasaran yang berbeda; mengandalkan inovasi nilai, membuat persaingan menjadi satu hal yang tidak relevan, dan menciptakan pasar baru, tentu saja dalam rangka merebut hati para pemburu smartphone di Indonesia.

Yohanes Thianika Budiarsa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s