membaca, diskusi, dan menulis untuk membentuk diri menjadi makhluk berbudi

Antara Kabut dan Tanah Basah sebuah Puncta

Inspirasi Kecil dari Rm. BB. Triatmoko, SJ

“Seperti tanah basah yang mengandung kesuburan dan pertumbuhan, jiwa manusia mencari dalam keremangan kabut kesadarannya tentang jati dirinya, mengapa dia dilahirkan ke dunia.” (Antara Kabut dan Tanah Basah, hlm. 5)

“Kesadaran jiwa bisa membawa berkat atau kutuk bagi dirinya. Awal perjalanan adalah untuk membiarkan kerinduan jiwa akan makna mengarahkan seluruh kesadarannya. Kerinduan setiap jiwa adalah unik. Kita mencintai orang-orang yang berbeda, berlutut di depan altar yang berbeda, meratap di muka nisan yang berbeda. Namun pada akhirnya ujung perjalanan adalah sama. Kita ingin bahagia dan hidup penuh makna.” (Antara Kabut dan Tanah Basah, hlm. 13)

“Manusia dilahirkan dengan kemampuan untuk memilih. Dia tidak bisa memilih hidup atau mati seturut kehendaknya sendiri. Namun, dia bisa memilih bagaimana dia akan hidup dan bagaimana dia akan mati.” (Antara Kabut dan Tanah Basah, hlm. 16)

“Setiap makhluk ada di dunia bukan karena kebetulan. Masing-masing memiliki cerita yang harus diselesaikan.”

“Setiap manusia dilahirkan dengan kekuatan ilahi di dalam dirinya. Tetapi terlalu banyak orang disilaukan oleh cahaya ilahi itu dan ingin menguasainya untuk dirinya sendiri. Mereka membuat benteng-benteng berkubu untuk memaksa kekuatan ilahi itu supaya tidak meninggalkan dirinya dan menyisakan kekosongan yang menyakitkan. Bukan kekosongan itu yang menghancurkan, tetapi ketakutannya sendiri yang membelenggunya.”

    Menjaga pikiran….be aware!
    “Dia terlalu tegang memikirkan apa yang ingin dicapainya sehingga tidak memperhatikan keadaan sekelilingnya. Kini dia baru menyadari keindahan hutan yang mereka lewati. Sebelumnya dia selalu tergoda untuk menciptakan dunia di luar dirinya dengan kekuatan pikirannya” (Antara Kabut dan Tanah Basah, hlm. 28)

Lukaku itu akan sembuh…!!!
“Alam memiliki kekuatan untuk menyembuhkan dirinya. Bersama dengan berjalannya waktu, luka-luka lama akan mengering dan menjadi dasar suatu pertumbuhan yang siap menghadapi badai baru yang akan datang.” (Antara Kabut dan Tanah Basah, hlm. 30)

    Kebosanan dan kesombongan…. dua musuh jiwa yang harus diwaspadai!
    “Kebosanan akan menarik jiwa dari segala keterlibatan dan mengurungnya dengan jerat yang sulit ditembus. Kesombongan menutupi mata jiwa sehingga jiwa tidak bisa lagi mengenali siapa dirinya sesungguhnya.” (Antara Kabut dan Tanah Basah, hlm. 31).
    “Mereka menggunakan racun yang sama, yakni yang membuat jiwa beranggapan bahwa dirinya adalah yang terpenting dari segalanya.” (Antara Kabut dan Tanah Basah, hlm. 32)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s