membaca, diskusi, dan menulis untuk membentuk diri menjadi makhluk berbudi

Prof. Dr. N. Driyarkara, SJ

Beliau lahir di lereng Pegunungan Menoreh, tepatnya di Desa Kedunggubah, lebih kurang 8 km sebelah timur Purworejo, Kedu, Jawa Tengah tanggal 13 Juni 1913. nama kecilnya adalah Soehirman dan biasa dipanggil Djenthu. Tanggal 11 Februari 1967 ia dipanggil Tuhan untuk selama-lamanya dalam usia 53 tahun 8 bulan.

Semasa hidupnya, pernah menempuh studi teologi di Maatsricht, Belanda yang ditamatkan pada tahun 1949. Kemudian pada tahun 1950-1952 ia melanjutkan studi filsafat untuk program doktoral pada Universitas Gregoriana Roma. Dalam masa studi itu, ia biasa mengirim tulisan ringan tetapi seringkali bermakna mendalam untuk majalah Bahasa Jawa di Yogyakarta Praba.

Sampai awal tahun 1951, namanya memang tidak banyak dikenal oleh khalayak ramai. Hampir seluruh waktunya ia pergunakan untuk studi secara intensif. Tetapi ini tidak berarti bahwa ia lalu mengurung diri dalam pemikiran-pemikiran yang abstrak atau teoretis belaka. Catatan-catatan harian yang ia buat sejak tanggal 1 Januari 1941 sampai sekitar tahun 1950 menunjukkan bagaimana ia tidak pernah lepas dari pergulatan dengan masalah-masalah yang dihadapi oleh umat manusia pada umumnya dan rakyat Indonesia pada khususnya.

Sekembali dari studinya, ia diangkat menjadi pengajar filsafat pada Kolese Ignasius di Yogyakarta. Kemudian, ketika Perguruan Tinggi Pendidikan Guru Sanata Dharma Yogyakarta didirikan pada awal tahun 1955-1956, ia diangkat menjadi pimpinannya. Ketika FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) berubah menjadi IKIP (Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan) pun, ia tetap menjabat sebagai Rektor hingga meninggalnya. Sejak tahun 1960 ia merangkap sebagai Guru Besar Luar Biasa pada Universitas Indonesia dan Universitas Hassanuddin. Tahun 1963-1964 ia mengajar sebagai Guru Besar tamu pada St. Louis University di kota St. Louis, Missouri, USA. Ini menjadi bukti bahwa sumbangannya terhadap dunia pendidikan memang berarti. Sebagai pendidik ia juga masih bersedia memberi diri untuk memimpin majalah Basis (1953-1965).

Baktinya untuk Indonesia ia tuangkan dalam pemikirannya yang luas, meliputi wilayah kemanusiaan, kebudayaan, sosialitas, etika, pendidikan, dan kenegaraan terutama pemikirannya tentang ideologi pancasila. Sumbangannya pada waktu peralihan Orde Baru dalam memikirkan kembali peranan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara tetap merupakan tinjauan-tinjauan yang mendalam dan mendasar.

Ia dikenal sebagai pemerkaya khasanah filsafat bagi masyarakat. Ia banyak menulis pada majalah Basis, dengan judul pertamanya: “Gereja Katolik dan Poligami”. Banyak tulisan-tulisannya yang bernas dengan kadar filosofis yang mantap. Karena segala sumbangsihnya untuk Bangsa Indonesia, Presiden RI, BJ Habibie pada tanggal 13 Agustus 1999 menganugerahi Tanda Kehormatan Bintang Jasa Utama.

Ia juga seorang pecinta alam. Dalam salah satu tulisannya dikisahkan bagaimana ia begitu menikmati pendakian gunung berapi tersohor di Italia yaitu Visuvio. Teman-temannya mengakui kekuatan fisiknya yang terbukti dari keunggulannya naik turun gunung.

Prof. Dr. Fuad Hassan menggambarkan perjalanan hidup pemikir Drijarkara sebagai yang “terus menerus menjelang, terus menerus membelum, namun punya satu kepastian, yaitu meluluhkan diri dengan Tuhan Sumber Kebenaran. Oleh karena itu pula, maka jiwa penjelajahannya tidak membuat beliau sebagai pemikir petualang, melainkan pemikir promenade yang mampu menghayati pagi sebagai aubade kemanusiaan semesta dan malam sebagai serenade yang rindu kepada hari esok; bagi beliau kehidupan ini adalah suatu simfonia universil yang dianugerahkan Tuhan kepada umat manusia.”

*dikutip dari buku “Karya Lengkap Driyarkara”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s